Categories
Uncategorized

Budidaya Jamur Tiram Putih

Budidaya jamur tiram menjadi salah satu agribisnis yang kini tumbuh melesat sebab permintaan pasar yang semakin meningkat.

Dikutip dari media online bisnis.com, bisnis jamur tiram memiliki masa panen yang cukup cepat yaitu 4 bulan dengan laba bersih bisa mencapai 3 juta lebih perbulannya

Sungguh menarik kan untuk dikembangkan ?

Hal inilah yang tentu menjadi peluang bagi kita untuk mengembangkan budidaya jamur tiram dalam skala besar.

Apa saja yang menunjang kesuksesan budidaya jamur tiram ?

Untuk itu, dalam memulai bisnis budidaya jamur tiram dibutuhkan tahapan dan cara yang tepat agar mendapatkan hasil yang maksimal

Berikut cara budidaya jamur tiram untuk pemula:

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

cara budidaya

Persiapkan alat dan bahan (dapat dilihat dibawah), berikut cara budidaya jamur tiram putih:

A. Menyiapkan Kumbung

Kumbung adalah bangunan tempat menyimpan bag log sebagai media tumbuh jamur tiram yang terbuat dari bilik bambu atau tembok permanen. Di dalam kumbung tersusun rak-rak tempat bag log jamur tiram.

Umumnya jarak antara rak kurang lebih 75 cm. Jarak di dalam rak 60 cm (4 – 5 bag log), lebar rak 50 cm, tinggi maksimal 3 m, panjang disesuaikan dengan kondisi ruangan.

B. Menyiapkan Media Tumbuh

Selanjutnya yang diperlukan adalah bag log. Bag log adalah media tumbuh jamur. Bag log biasanya dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Dari lubang tersebut jamur  tiram akan tumbuh ke luar.

Berikut bahan yang dibutuhkan untuk membuat 100 buah bag log:

  • Ampas tebu dan serbuk gergaji 10,5 kg
  • Tepung jagung 0,6 kg
  • Dedak halus 21 kg
  • Pupuk TSP 1 kg
  • Kapur 3 kg
  • Air secukupnya
  • Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan

Setelah menyiapkan bahan, selanjutnya adalah proses pembuatan bag log sebagai berikut:

  1. Campur semua bahan di atas hingga rata. Perhatikan jangan sampai ada gumpalan. Jangan lupa campurkan dengan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan sebanyak 30 ml yang sebelumnya sudah dilarutkan dengan 1 liter air
  2. Bahan yang sudah dicampurkan di atas lalu dimasukkan ke dalam plastik bening. Bahan tersebut harus dipadatkan supaya log akan terbentuk dengan baik. Perlu diperhatikan, pada ujung plastik di bagian bawah ditusuk dengan jari. Hal ini dilakukan agar bahan yang telah dipadatkan tersebut bisa duduk tegak/ tidak miring. Pengisian lebih baik jangan terlalu penuh, sisakan skitar 15 cm agar lebih mudah ketika diikat.
  3. Timbang bag log agar beratnya 1,2 kg.
  4. Sisa pada ujung plastik ke dalam lingkaran cincin dilipat keluar, kemudian diikat pada bagian mulut plastik menggunakan karet tahan panas.
  5. Tutup mulut bag log tersebut menggunakan kapas lalu tutup kembali menggunakan bahan kertas, kemudian diikat kembali dengan karet.
  6. Kukus log tersebut dengan waktu selama 12 jam pada suhu antara 90 – 110 °C
  7. Jangka waktu pengukusan dihitung ketika air di dalam drum mendidih.
  8. Jika pengukusan telah selesai, bag log kemudian diangkat dari drum.
  9. Selanjutnya, diamkan jamur tiram selama 8 jam pada ruangan yang tertutup.

Kegunaan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan dalam persiapan media tanam atau bag log untuk meningkatkan kualitas media tanam dan menunjang pertumbuhan jamur tiram nantinya.
Selain itu bakteri premium yang terkandung pada Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan seperti Micrococcus roseus yang mampu memproses dan menyediakan unsur hara mikro bagi tanaman

C. Cara Menyusun Baglog

Berikut adalah tahapan untuk memudahkan menyusun baglog:

  • Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyusun bag log. Bag log dapat disusun secara vertical maupun horizontal. Kedua cara tersebut memiliki kelebihan masing-masing.
  • Bag log yang disusun secara horizontal akan lebih aman terhadap siraman air. Jika melakukan penyiraman secara berlebihan, maka air tidak akan masuk ke dalam bag log. Selain itu, akan lebih mudah dalam proses pemanenan nantinya. Namun, saat penyusunan lebih banyak menyita tempat.
D. Cara Penanaman Bibit Jamur Tiram

Cara budidaya jamur tiram selanjutnya adalah proses penanaman bibit. Pada proses penanaman bibit jamur tiram ini harus dilakukan dengan cepat

Namun juga harus tetap teliti. Dan yang terpenting yaitu proses penanaman bibit jamur tiram harus dilakukan pada tempat/ruangan yang tertutup.

Berikut adalah cara penanaman bibit jamur yang bisa diterapkan:

  1. Siapkan bag log yang sudah diberikan bibit.
  2. Tutup kembali bag log dengan menggunakan kapas.
  3. Berikan 3 sendok makan bibit ke dalam setiap satu log media. Perlu Anda ingat, pada setiap gerakan sendok yang digunakan, panaskan terlebih dahulu sendok tersebut dengan menggunakan api dari lampu spiritus untuk menghindari kontaminasi.
  4. Buka karet pada log, kertas penutup, dan juga kapas penutup Log.
  5. Agar lebih mudah dalam penanaman bibit, log yang akan diinokulasi diletakan di depan dekat tangan kiri.
  6. Semprot isi ruangan secara merata menggunakan alcohol 95%. Jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan dalam penyemprotan ruangan
  7. Bag log yang sudah ditanami dengan bibit diletakan pada rak.
  8. Diamkan saja sampai seluruh bag log tersebut tumbuh dengan sendirinya.
  9. Jika seluruh media baglog ditumbuhi jamur, tutup kapas dan cincin di bagian atas log tersebut dibuka.
  10. Agar kelembaban terjaga, semprotkan air dan Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan dengan menggunakan sprayer pada setiap bag log  dengan dosis 1 gelas/tangki .
  11. Jika jamur tumbuh dengan mekar dan lebar, berarti jamur sudah siap untuk di panen

 

Alat dan Bahan Budidaya Jamur Tiram

bahan budidaya jamur tiram

Sebelum memulai proses budidaya jamur tiram, ada beberapa alat dan bahan yang harus dipersiapkan yaitu sebagai berikut:

  • Kompor minyak tanah
  • Drum dengan diameter 80 cm dan tinggi 96 cm
  • Rak dengan luas 3 m2
  • pH meter
  • Thermometer
  • Pipa paralon 1 inci sebanyak 300 buah untuk cincin
  • Sprayer/penyemprot
  • Lampu spiritus/bunsen
  • Baskom plastic
  • Sekop
  • Ampas tebu dan serbuk kayu (albasia)  10,5 kg
  • Dedak halus 21 kg
  • Tepung jagung 0,6 kg
  • Pupuk TSP  1 kg
  • Kapur 3 kg
  • Bibit jamur F3 sebanyak 3 botol
  • Alkohol  95% sebanyak 1 liter
  • Kantong plastik transparan berukuran 20x35x0,05 cm sebanyak 300 buah
  • Kertas roti berukuran 10×10 cm sebanyak 300 buah
  • Karet gelang tahan panas sebanyak 600 buah
  • Air bersih 30 liter
  • Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Pangan
Syarat Tumbuh Budidaya Jamur Tiram Putih

Pada lokasi tumbuh aslinya, jamur tiram putih tumbuh dan berkembang di bawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu.

Jamur ini tidak membutuhkan banyak paparan sinar matahari, bahkan pertumbuhannya jauh lebih baik apabila tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Berikut ini beberapa persyaratan untuk budidaya jamur tiram yang harus Anda perhatikan:

A. Derajat Keasaman (pH)

Budidaya jamur tiram putih tumbuh optimal pada pH yang mendekati normal yaitu 6,8 – 7,0. Apabila pH terlalu rendah, maka akan menyebabkan pertumbuhan miselium jamur terganggu, tumbuh kontaminasi oleh jamur lain, bahkan menyebabkan kematian pada jamur tiram putih.

Namun apabila pH terlalu tinggi maka dapat menyebabkan sistem metabolisme jamur tidak efektif yang akan berujung pada kematian.

B. Temperature/Suhu

Suhu yang diperlukan pada saat inkubasi jamur tiram putih adalah 28 – 30 oC, sementara pada saat pembentukan tubuh buah sampai panen, suhu yang diperlukan berkisar antara 22 – 28 oC.

C. Kelembaban

Kelembaban yang diperlukan agar jamur tiram dapat tumbuh dengan baik adalah sekitar 50 – 60 % pada saat inkubasi. Sedangkan kelembaban pada saat pembentukan tubuh buah berkisar antara 90 – 95%.

D. Cahaya

Usahakan memberikan cahaya matahari secara tidak langsung pada budidaya jamur tiram. Cahaya matahari tidak langsung sangat bermanfaat dalam perangsangan awal terbentuknya tubuh buah. Usahakan agar ada pohon peneduh di dekat bangunan tempat budidaya jamur.

E. Udara

Jamur membutuhkan oksigen (O2) yang cukup agar dapat tumbuh dengan optimal. Ventilasi udara pada lokasi penanaman jamur tiram sangat penting untuk menjaga pertukaran udara berjalan dengan baik. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) yang terlalu banyak akan menyebabkan jamur tumbuh abnormal.

Konsentrasi karbon dioksida tidak boleh lebih dari 0,02%.

Sumber:
https://gdm.id/cara-budidaya-jamur-tiram/

 

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to BLOG MAHASISSWA UNIVERSITAS MEDAN AREA. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!